Jasa Pengurugan Tanah Merah Puing Atau Sirtu Murah Jakarta

Jasa Pengurugan Tanah Merah, Puing/Sirtu

Jasa pengurugan tanah merah

Saat ini, ada banyak sekali jasa pengurugan tanah yang berdiri, terlebih di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan lainnya. Masing-masing pastinya mempunyai kelebihan sendiri untuk menarik konsumennya. Sebenarnya, apa saja pekerjaan yang akan dilakukan oleh jasa pengurugan tanah? Lalu, persiapan apa saja yang biasanya mereka kerjakan? Berikut ini uraian lengkapnya agar Anda bisa mengawasi pekerjaan mereka dengan benar.

Pengurugan tanah, puing/sirtu seringkali menjadi kendala pada saat akan melakukan suatu pembangunan. Bukan hanya karena Anda harus mempunyai cadangan tambahan biaya, selain pembangunan, namun juga butuh waktu beberapa hari untuk melakukan pekerjaan ini. Terlebih jika pengurugan tanah ini dilakukan sendiri, jelas sangat merepotkan. Nah, untuk mempermudah pekerjaan ini, penggunaan jasa pengurugan tanah merupakan solusi paling tepat.

Bahan-Bahan Urugan

Ada beberapa jenis bahan yang bisa dijadikan urugan. Pemilihan jenis bahan urugan ini pastinya disesuaikan dengan kondisi lapangan atau berdasarkan permintaan konsumen. Misalkan, daerah yang rawan banjir pastinya jenis bahan urugan berbeda dengan daerah yang hanya berada beberapa senti di bawah level jalan. Berikut ini beberapa bahan urugan yang sering digunakan jasa pengurugan tanah dengan harga yang relatif murah:

1.    Urugan tanah merah

2.    Urugan puing bongkaran gedung

3.    Urugan pasir dan batu (sirtu)

4,    Urugan bekas galian

5.    Urugan limbah beton

6.    Urugan limestone.

5 Tahapan Pengurugan

Untuk melakukan pekerjaan pengurugan, sebuah jasa tidak bisa terburu-buru untuk melakukannya. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati begitu Anda sepakat menggunakan jasa mereka. Berikut ini beberapa tahapan tersebut:

1.    Survey

Tahapan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan yang diurug. Dari kondisi lapangan yang ada tersebut, juga bisa ditentukan jenis urugan apa yang paling tepat untuk digunakan. Biasanya, pihak jasa akan memberikan beberapa rekomendasi bahan urug yang tepat dan pastinya berharga murah. Pada tahap ini pula, dihitung perkiraan volume urugan yang dibutuhkan berdasarkan gambaran luas area. Perkiraan volume urugan ini diperlukan untuk memberi gambaran biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen.

2.    Pembersihan Lahan

Setelah dilakukan survey dengan segala data yang ada, dan konsumen deal, maka dilakukan pembersihan lahan agar terbebas dari sampah atau bahan lain. Pembersihan ini dilakukan agar segala hal yang dimungkinkan akan mengganggu proses pengurugan atau bahkan membuat kestabilan padatnya tanah menjadi tidak bagus dapat dihilangkan sejak awal.

3.    Pengukuran Volume secara Tepat

Dalam survey memang telah dihitung volume urugan yang dibutuhkan, namun itu hanya perkiraan saja. Setelah dilakukan pembersihan lahan, dilakukan pengukuran ulang volume urugan secara pasti berdasarkan luas lahan yang ada. Adapun cara menghitungnya adalah mengalikan panjang, lebar, serta tinggi tanah yang akan diurug. Setelah itu, ditambahkan dengan risiko adanya penyusutan setelah tanah dipadatkan sebesar 25% dari volume.

Contoh:

Jika sebuah lahan yang akan diurug mempunyai panjang 5 meter, lebar 4 meter, dan tingginya 1 meter, maka volume dari lahan tersebut adalah (5 x 4 x 1) meter = 20 meter kubik. Risiko penyusutan tanah = 25% x 20 meter kubik = 5 meter kubik. Jadi, volume urugan yang diperlukan untuk lahan tersebut seberat 20 meter kubik + 5 meter kubik = 25 meter kubik.

4.    Memperhitungkan Lama Pengerjaan

Langkah selanjutnya adalah menghitung lamanya pengerjaan. Lama pengerjaan ini sangat bergantung pada waktu pendatangan bahan urugan (terlebih jika didatangkan dari luar lokasi) dan lama proses pengerjaan (urugan untuk tepi struktur atau antar struktur biasanya lebih sulit dan lama).

5.    Proses Pengurugan dan Pemadatan

Setelah semua tahap di atas dilalui, maka langkah selanjutnya adalah mendatangkan bahan urug, kemudian melakukan proses pengurugan. Sementara, proses pemadatan tanah dilakukan lapis demi lapis, tergantung dari spesifikasi yang diinginkan, misalnya setiap 50 cm. Maka, setiap pengurugan mencapai 50 cm, maka dilakukan pemadatan, setelah itu dilakukan pengurugan kembali, begitu seterusnya. Biasanya, alat yang digunakan untuk memadatkan tanah antara lain baby roller, stamper kuda, atau alat sejenis lainnya.

Leave a Comment